Pengertian – Fungsi dan Cara Membuat File ISO

Pengertian File ISO

Adalah sebuah format file yang dapat menampung data dalam bentuk gambaran CD / DVD dan dapat disimpan dalam bentuk digital. ISO adalah singkatan dari kata International Standards Organization atau International Organization for Standardization. File ISO disebut juga dengan istilah CD / DVD image pengganti kepingan CD / DVD dan untuk membukanya membutuhkan sebuah software khusus yang terinstal pada komputer yang sobat miliki.

Fungsi dari file ISO

Saat ini banyak software yang dididstribusikan dengan format ISO sehingga kita tidak perlu membeli kepingan CD atau DVD-nya. Bahkan, Microsoft juga sudah menyediakan opsi instalasi Windows melalui file ISO ini. Berikut fungsi dari file berformat ISO :

  1. Backup Data Menjadi Lebih Mudah : Sobat komputer dapat membuat file ISO untuk mempermudah dalam membackup data, dengan memiliki data dalam bentuk file ISO, sobat dapat menyalin atau membakarnya kedalam CD atau DVD dengan lebih cepat. Untuk itu, kegunaan file ISO ini banyak digunakan untuk backup data.
  2. Sebagai Pengganti CD / DVD : ISO File disebut juga dengan CD / DVD Image, yaitu sebuah file yang berfungsi untuk menggantikan data CD / DVD. Apabila sobat ingin membuka file ISO, sobat tidak perlu menggunakan perangkat keras CD / DVD Room akan tetapi cukup menggunakan virtual Drive pada mesin komputer sobat.
  3. Mengurangi Resiko Kerusakan : Karena CD / DVD disimpan dalam bentuk file, maka resiko kerusakan pada data dapat diminimalisir. Jika awalnya sobat komputer menyimpan data dalam bentuk kepingan CD / DVD, kemungkinan besar kepingan CD / DVD akan tergores atau terdapat bercak, sehingga tidak dapat terbaca oleh CD / DVD Room. Akan tetapi apabila sobat komputer menyimpan data CD / DVD tersebut dalam bentuk file ISO, maka resiko diatas dapat diminimalisir.
  4. Menjaga Keamanan Data : Dengan file ISO ini kita juga dapat memback-up konten pada optical disc sebagai persiapan apabila suatu saat CD/DVD tersebut rusak atau hilang. Selain itu kita juga dapat menghemat penggunaan optical disc yang banyak memakan tempat. Dengan menyimpan file ISO di hard disk, maka kita tidak perlu lagi membawa banyak CD ke manapun kita pergi.

Membuat File ISO Dengan Daemon Tools

Salah satu program terbaik yang dapat digunakan untuk membuat file ISO adalah Daemoon Tools Lite. Program ini dapat Anda unduh secara gratis. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya:
Masukan CD/DVD ke dalam optical drive.

  • Buka Daemon Tools Lite.
  • Pada jendela utama, klik opsi “Create Disk Image”.
  • Pada jendela yang muncul, klik tombol dengan tiga buah titik di bawah tulisan “Target Image File”.
  • Selanjutnya pilih optical drive tempat Anda menaruh CD/DVD.
  • Kemudian Save as .iso. -“Standard ISO Images (*. Iso)”, berikan nama pada file ISO tersebut, lalu klik “Save”.
  • Terakhir, klik tombol “Start” lalu tunggulah hingga proses pembuatan file iSO tersebut selesai.

Membuat File ISO Dengan PowerISO

PowerISO merupakan program yang dapat membuat file ISO dari CD, DVD, ataupun Blu-ray. Semua informasi pada disc akan disalin oleh PowerISO, termasuk boot information. Dengan begitu, Anda juga dapat membuat bootable ISO dengan program ini. berikut adalah langkah-langkah cara membuat file ISO dengan PowerISO:

  • Download PowerISO.
  • Instal dan jalankan PowerISO.
  • Klik tombol “Copy” yang terletak di toolbar kemudian pilih opsi “Make CD / DVD / BD Image File…” dari popup menu.
  • Ketika jendela ISO Maker muncul, pilihlah CD/DVD uyang ingin Anda buat file ISO-nya.
  • Tentukan nama file ISO-nya serta pilih output formatnya menjadi ISO.
  • Klik OK untuk memulai proses pembuatan file ISO.

Selain melalui program utamanya, Anda juga dapat membuat file ISO dengan PowerISO langsung dari Windows Explorer. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Unduh dan install PowerISO.
  • Buka “My Computer” atau “Windows Explorer” kemudian klik kanan pada CD/DVD Drive yang ingin dibuat ISO.
  • Pada shell context yang muncul pilihlah opsi “Make Image File”.
  • Jendela ISO Maker kemudian akan segera muncul.
  • Tentukan nama file ISO tersebut serta pilih output format-nya menjadi ISO.
  • Klik OK untuk memulai proses pembuatannya.

Membuat File ISO Dengan UltraISO

Aplikasi terakhir yang cukup sering digunakan untuk membuat file ISO adalah UltraISO. Aplikasi ini juga menyediakan Virtual CD Drive untuk membuka berbagai macam file ISO yang telah Anda buat.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan file ISO dengan UltraISO :

  • Download UltraISO.
  • Masukan CD/DVD yang ingin dibuat file ISO.
  • Jalankan UltraISO.
  • Pada menu “Tools” pilihlah opsi “make an ISO image file”
  • Pada jendela yang muncul, pilihlah CD/DVD yang akan dibuat ISO, pilih tempat penyimpanan file ISO-nya, lalu klik “Make”.
  • Tunggulah beberapa saat hingga proses pembuatan file ISO selesai.

Cara Burn File ISO Dengan Nero

Setelah berhasil membuat file ISO dengan tiga aplikasi di atas, kita bisa memindahkan file tersebut dengan flashdisk, SD card, dan lainnya. Namun jika Anda ingin memasukannya ke CD atau DVD yang lain, maka Anda dapat melakukannya dengan menggunakan program Nero. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Download Nero lalu install.
  • Buka aplikasinya lalu klik File > Open.
  • Cari file ISO yang ingin Anda burn lalu klik “Open”.
  • Dari Menu, pilihlah CD atau DVD serta pilih ukuran dari file ISO tersebut.
  • Pilih juga kecepatan penulisan yang Anda inginkan.
  • Ceklis opsi “Finalize CD/DVD” kemudian klik “Burn”.

Cara Membuat Bootable ISO

Seperti disinggung di atas, program PowerISO juga dapat membuat file ISO yang bersifat bootable. Dengan bootable ISO kita dapat menjalankan file ISO tersebut ketika komputer kita sedang melakukan booting. Bootable ISO ini biasanya digunakan untuk proses instalasi Windows 7 atau 8 dari flashdisk.

Dengan aplikasi PowerISO kita dapat menyalin semua informasi dari CD/DVD sumber, termasuk informasi boot-nya. Untuk mengetahui apakah informasi boot sudah tersalin, silahkan lihat di pojok kiri bawah layar apakah sudah ada tulisan “bootable” atau belum. Jika sudah, maka Anda dapat langsung membuatnya menjadi file ISO.

Itulah beberapa cara membuat file ISO dengan aplikasi Daemon Tools Lite, PowerISO, serta UltraISO. Selain kegunaan yang telah disebutkan di atas, masih banyak manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan dari file ISO ini, terutama apabila Anda sering berkutat dengan pemrograman komputer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *